Postingan

Allah Penolong dan Pembebas

Gambar
Bacaan I: Tb 3:1-11a.13.16-17 Mazmur Tanggapan: Mzm 25:2-4a.4b-5ab.6-7bc.8-9 Bait Pengantar Injil: Yoh 11:25a.26 Bacaan Injil: Mrk 12:18-27 Hidup dalam situasi penderitaan tidaklah mudah. Iman kita sungguh diuji! Secara fisik, mungkin saat ini kita berada dalam kondisi yang sangat buruk. Berangkali kita mengidap penyakit yang tak kunjung sembuh. Mungkin kita telah berjuang untuk berobat namun hingga saat ini belum menunjukkan hasil yang baik. Secara psikis, bisa jadi saat ini kita sedang tertekan. Kita dihina, difitnah dan dicemooh! Kita dipergunjingkan! Kita disingkirkan dan dianggap sebagai orang yang tak memiliki kemampuan apa-apa. Tentu, dalam kondisi seperti itu, kita sangat terbeban berat! Barangkali harapan kita telah mendekati titik keputusasaan. Bahkan, bisa jadi kita telah berdoa agar Tuhan segera mengakhiri hidup kita. Dalam situasi dan kondisi seperti itu marilah belajar pada pergumulan Tobit dan Sara. Mereka mengalami pergumulan iman yang berat kar...

Menghargai Hak dan Menjalankan Kewajiban

Gambar
OASIS SABDA 01 Jun 2021 PW S. Yustinus, Martir Bacaan I: Tb 2:10-23 Mazmur Tanggapan: Mzm 112:1-2.7bc-8.9 Bait Pengantar Injil: Ef 1:17-18 Bacaan Injil: Mrk 12:13-17 Setiap orang memiliki hak dan kewajiban! Kita harus menjaga dan menghargai hak kita sendiri maupun sesama! Kita juga harus menjalankan kewajiban dengan sepenuh hati. Sehingga hidup kita pun semakin seimbang dan bijaksana. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus dicobai oleh orang Farisi dan Herodian tentang persoalan membayar pajak. “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?” (Mrk 12:14). Mereka menghadapkan Yesus pada dua pilihan yang bisa menjerat-Nya. Jika Dia mengatakan boleh membayar pajak, maka Yesus akan dijerat dengan tuduhan pro penjajah. Sedangkan jik...

Sukacita Perjumpaan Dalam Iman

Gambar
OASIS SABDA 31 Mei 2021 Pesta Santa Perawan Maria Mengunjungi Elisabeth Bacaan I: Zef 3:14-18a Bacaan Injil: Luk 1:39-56 Berbagi sukacita dalam iman sesungguhnya sangat membahagiakan. Dalam semangat persaudaraan kita saling mengunjungi dan berbagi kasih. Kita saling memperhatikan dan menguatkan. Kita saling mencintai dengan tulus. Pada hari ini, kita merayakan pesta Santa Perawan Maria mengunjungi Elisabeth saudarinya. Dua wanita yang dikaruniai berkat istimewa karena imannya. Mereka sungguh dilibatkan dalam karya penebusan. Elisabet mengandung Yohanes Pembaptis yang akan mempersiapkan jalan bagi Sang Juruselamat. Sedangkan Bunda Maria mengandung Sang Juruselamat yakni Yesus Kristus. Dalam usia kandungan yang masih muda, Bunda Maria rela menapaki perjalanan yang panjang untuk mengunjungi Elisabeth yang telah mengandung tua. Sungguh sebuah kunjungan yang penuh sukacita! Dan sukacita itu tidak hanya dirasakan oleh kedua wanita terberkati itu, namun anak-anak yang dikand...

Persekutuan Kasih

Gambar
OASIS SABDA 30 Mei 2021 Hari Raya Tritunggal Mahakudus Bacaan I: Ul 4:32-34.39-40 Bacaan II: Rom 8:14-17 Bacaan Injil: Mat 28:16-20 Hari ini kita merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Allah Tritunggal! Persekutuan Allah Tritunggal mengandung misteri yang tidak mampu kita pahami secara gamblang dengan otak kita yang kecil. Kita tidak mampu memahami hanya secara rasio. Maka, dibutuhkan iman! Kita sungguh mengimani, berharap dan bersatu dengan-Nya dalam ikatan kasih. Persekutuan Allah Tritunggal sesungguhnya adalah persekutuan kasih. Bapa yang menciptakan segala sesuatu dengan penuh kasih, mengutus Putera-Nya untuk melaksanakan misi penebusan, dan mengutus Roh Kudus untuk senantiasa menolong dan memperbaharui. Untuk itu, kita pun dipanggil untuk bersatu dengan Allah Tritunggal. Bersatu dalam kasih dan diutus untuk mewartakan kasih itu. "Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka mela...

Memaknai Kemerdekaan

Merdekaaaa!!!! Hari ini, pekik merdeka menggema disegenap sanubari bangsa Indonesia. Ungkapan syukur dan pujian atas 74th rahmat pembebasan dari penjajahan. Tertoreh harapan damai, sejahtera dan menjadi bangsa yang mengibarkan panji kebebasan untuk bertekuk lutut di hadapan Tuhan sesuai ajaran imannya! Namun, apakah kita sudah sungguh merdeka? Apakah arti sebuah kemerdekaan jika banyak anak di negri ini belum bisa mendapatkan pendidikan yang bermutu? Apa arti kemerdekaan jika sumber daya manusia masih sangat lemah? Apa arti kemerdekaan jika masih banyak orang yang hidup dalam kemiskinan? Apa arti kemerdekaan jika mau beribadah saja dihantui ketakutan? Banyak potret pendidikan sumber daya manusia di wilayah negeri ini yang masih luput dari perhatian. Banyak anak yang menangis mendambakan pendidikan yang baik. Wahai bangsaku, jika engkau mau membangun negeri ini menjadi lebih hebat, jangan lalaikan pendidikan untuk pengembangan sumber daya manusia! Banyak pote...

Khawatir Akan Hari Esok?

Gambar
Apakah Anda  selalu dirundung  kekhawatiran akan hari esok?Kekhawatiran, kecemasan, ketakutan akan hari yang akan datang sering tak terhindarkan dalam hidup kita. Bahkan, sepertinya hal itu sudah menjadi bagian dalam peziarahan hidup kita. Namun, apakah hal itu menghambat peziarahan kita? Apakah itu membuat kita terhenti dan tidak melanjutkan perjalanan? Jika jawabannya "IYA" maka berhati-hatilah! Ketika kekhawatiran, kecemasan dan ketakutan membuat langkah peziarahan hidup Anda terhenti alias putus asa berarti itu sudah melewati batas kewajaran! Berkaitan dengan hal itu, Yesus dalam kotbahNya dibukit, mau menyadarkan kita. Yesus mengatakan, "Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai....Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah...

Harta Surgawi

Gambar
Mau pilih mana, harta dunia atau harta surgawi? Saya yakin semua memilih dua-duanya! Ya,, kita membutuhkan harta dunia sekaligus kita juga sangat mengharapkan harta surgawi. Nah, sekarang tergantung memanagenya! Jika salah memanage maka hasil pun tidak akan memuaskan. Allah menghendaki setiap orang untuk hidup dan berkembang dalam dunia. Allah menghendaki agar kita bekerja demi kelangsungan hidup. Dan semuanya itu mesti dilakukan dalam kerangka karya Tuhan. Dilakukan dalam campur tangan Tuhan. Sebab, ketika kita bekerja hanya mengandalkan diri sendiri, mengejar ambisi-ambisi pribadi, maka hasilnya hanya akan berorientasi pada hal duniawi belaka. Kita akan terjebak pada kerakusan, ketamakan, dan keserakahan! Kita akan menjadi penindas dan sangat tidak solider kepada orang lain. Orientasi hidup kita hanya kemegahan harta dunia saja! Oleh karena itu, segala sesuatu yang kita lakukan harus selalu melibatkan Tuhan. Kita memohon campur tangan Tuhan. Sehingga harta dunia yang ...