Postingan

Memaknai Kemerdekaan

Merdekaaaa!!!! Hari ini, pekik merdeka menggema disegenap sanubari bangsa Indonesia. Ungkapan syukur dan pujian atas 74th rahmat pembebasan dari penjajahan. Tertoreh harapan damai, sejahtera dan menjadi bangsa yang mengibarkan panji kebebasan untuk bertekuk lutut di hadapan Tuhan sesuai ajaran imannya! Namun, apakah kita sudah sungguh merdeka? Apakah arti sebuah kemerdekaan jika banyak anak di negri ini belum bisa mendapatkan pendidikan yang bermutu? Apa arti kemerdekaan jika sumber daya manusia masih sangat lemah? Apa arti kemerdekaan jika masih banyak orang yang hidup dalam kemiskinan? Apa arti kemerdekaan jika mau beribadah saja dihantui ketakutan? Banyak potret pendidikan sumber daya manusia di wilayah negeri ini yang masih luput dari perhatian. Banyak anak yang menangis mendambakan pendidikan yang baik. Wahai bangsaku, jika engkau mau membangun negeri ini menjadi lebih hebat, jangan lalaikan pendidikan untuk pengembangan sumber daya manusia! Banyak pote...

Khawatir Akan Hari Esok?

Gambar
Apakah Anda  selalu dirundung  kekhawatiran akan hari esok?Kekhawatiran, kecemasan, ketakutan akan hari yang akan datang sering tak terhindarkan dalam hidup kita. Bahkan, sepertinya hal itu sudah menjadi bagian dalam peziarahan hidup kita. Namun, apakah hal itu menghambat peziarahan kita? Apakah itu membuat kita terhenti dan tidak melanjutkan perjalanan? Jika jawabannya "IYA" maka berhati-hatilah! Ketika kekhawatiran, kecemasan dan ketakutan membuat langkah peziarahan hidup Anda terhenti alias putus asa berarti itu sudah melewati batas kewajaran! Berkaitan dengan hal itu, Yesus dalam kotbahNya dibukit, mau menyadarkan kita. Yesus mengatakan, "Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai....Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah...

Harta Surgawi

Gambar
Mau pilih mana, harta dunia atau harta surgawi? Saya yakin semua memilih dua-duanya! Ya,, kita membutuhkan harta dunia sekaligus kita juga sangat mengharapkan harta surgawi. Nah, sekarang tergantung memanagenya! Jika salah memanage maka hasil pun tidak akan memuaskan. Allah menghendaki setiap orang untuk hidup dan berkembang dalam dunia. Allah menghendaki agar kita bekerja demi kelangsungan hidup. Dan semuanya itu mesti dilakukan dalam kerangka karya Tuhan. Dilakukan dalam campur tangan Tuhan. Sebab, ketika kita bekerja hanya mengandalkan diri sendiri, mengejar ambisi-ambisi pribadi, maka hasilnya hanya akan berorientasi pada hal duniawi belaka. Kita akan terjebak pada kerakusan, ketamakan, dan keserakahan! Kita akan menjadi penindas dan sangat tidak solider kepada orang lain. Orientasi hidup kita hanya kemegahan harta dunia saja! Oleh karena itu, segala sesuatu yang kita lakukan harus selalu melibatkan Tuhan. Kita memohon campur tangan Tuhan. Sehingga harta dunia yang ...

Mengasihi dan Mengampuni

Gambar
Bagaimana rasanya jika Anda disakiti oleh sesama? Bagaimana rasanya jika sesamamu melakukan pembunuhan karakter dengan menebar fitnah dan celaan terhadap dirimu? Apa yang hendak Anda lakukan? Saya yakin dalam situasi itu hati kita terasa geram. Rasa-rasanya mau melakukan perkara besar untuk membalasnya. Mungkin kita sungguh membenci dan menghapus dirinya dari perbendaharaan memori kita. Yesus hari ini menantang keberimanan kita. "Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.  Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. (Mat 5:44-45). Mengasihi orang yang kita cintai mungkin tidak sulit. Tapi mengasihi orang yang telah menyakiti hati dan membuat hidup kita sangat terpuruk tidaklah gampang. Namun mau tidak mau, sebagai pengikut Kristus, kita harus belajar untuk mengampuni. Mengampuni ...

Mengampuni

Gambar
Pengampunan melahirkan sukacita. Alangkah indahnya hidup ini bila semua orang yang berselisih paham selalu membuka hati meminta maaf dan saling mengampuni. Pastilah hidup akan lebih damai dan dipenuhi sukacita. Tidak ada keributan yang merenggangkan tali persaudaraan. Tidak ada keributan yang mengikis kedamaian. Yesus dalam kotbah dibukit menegaskan arti menjadi pengikutNya. Sebagai pengikut Kristus, kita diajak untuk selalu menjaga dan menciptakan kedamaian atas dasar kasih. Kita diajak untuk selalu membuka diri, meminta maaf bila bersalah, dan mengampuni bila orang lain bersalah. "Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu." (Mat 5:39). Memang, perintah Yesus ini tidak gampang untuk dilakukan. Pada umumnya, ketika berhadapan dengan konflik dan perselisihan orang menyimpan dendam. Hati terbakar dengan api amarah untuk membalas dendam. ...

Hidup Rukun dan Damai

Setiap orang pasti mendambakan hidup damai dan diwarnai dengan sukacita. Apalagi, kita selalu berada bersama dengan sesama yang berbeda! Maka, dibutuhkan keterbukaan dan kerelaan untuk saling menerima. Pasti semua setuju bahwa hidup akan menjadi berarti tatkala dihiasi dengan persaudaraan. Hidup begitu indah ketika ada sapaan, senyuman, mau menerima satu dengan yang lain tanpa membeda-bedakan. Hidup menjadi sangat menyenangkan jika tanpa ada perseteruan, dendam dan amarah yang menghancurkan relasi. Yesus dalam kotbah di bukit memberi nasihat kepada kita untuk hidup rukun dan bersatu hati dengan sesama. Kita diajak untuk saling menghargai kehidupan dan menebarkan cinta kasih. Maka perilaku-perilaku yang dapat menghancurkan persaudaraan harus disingkirkan dari hidup kita. Dia mengatakan, "Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dal...

Kesanggupan Kami adalah Pekerjaan Allah

Menjalankan tugas pelayanan yang sarat dengan tantangan bukanlah hal yang mudah. Paulus mengalami hal tersebut. Sepanjang perjalanan pelayanannya, dia menjumpai rupa-rupa tantangan dan rintangan yang sangat berat. Dia menghadapi penderitaan bertubi-tubi. Namun, kenapa Paulus tetap setia dan terus berkobar-kobar menjalankan semuanya itu? Jawaban hanya satu karena dia bersatu dengan Yesus yang telah mentobatkan dirinya. Dia menjalankan bukan pekerjaannya sendiri tetapi pekerjaan Allah. Paulus mengatakan, "Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus.  Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah." (2Kor 3:4-5). Paulus menegaskan, kesanggupannya menjalankan karya perutusan yang berat itu bukan karena kehebatan dirinya sendiri. Bukan karena ketangguhannya. Tetapi semuanya karena Allah. "Kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah"! Oleh karena i...